Panjangbacaan dari Mad Arid Lissukun adalah boleh 1 alif [2 harokat], 2 alif [4 harokat], atau pun 3 alif [6 harakat]. Cara membaca dari Mad Arid Lissukun yaitu dipanjangkan dulu huruf hijaiyah Mad Thobi'i-nya, setelah itu huruf hijaiyah yang terakhir tersebut mengunci bacaan [dimatikan] atau tidak boleh didengungkan.Didalam Ilmu Tajwid hukum bacaan Lam ada dua macam, yaitu : 1. Lam tafkhim ( تفحيم) tebal / Mufakhkhamah. Apabila ada huruf Lam (ل ) dalam lafzul jalalah ( الله) yang didahului oleh huruf yang berharakat fathah (ـَـ ) atau damah (ـُـ ). Maka harus dibaca tafkhim atau tebal. Lam yang terdapat dalam lafzull Jalalah dinamakan lam Tandasabdu di atas huruf ن م ﺮ dan ﻞ menunjukkan hukum idgham kamil. Idgham Naqis (tidak sempurna) pula berlaku bertemu dengan huruf ي dan و kerana masih meninggalkan sedikit kesan huruf nun yang sukun iaitu dengan mengeluarkan sedikit suara dari rongga hidung. Perhatikan tiada tanda sabdu di atas huruf ي dan و.
2Sifr Mustatil Qoim (الصِّفر المستطيل القائم) symbol ( ) yaitu bulatan lonjong diatas huruf alif setelahnya huruf hidup/berharokat, tanda ini menunjukkan adanya penambahan penulisan dan di baca pendek pada saat wasal (bersambung) dan di baca panjang ketika waqaf.Sifr lonjong penanda ini hanya dipakai untuk menandai pada huruf alif, Dalam qiroah Imam Hafs masyhur disebut
Jikaada nun mati (نْ) atau tanwin (ــًــ, ــٍــ, ــٌــ) bertemu huruf hijaiyah, maka hukumnya bisa dibagi menjadi 5 (ada juga yang membaginya menjadi 4). hukum bacaan tajwid nun mati atau tanwin. Berikut ini penjelasan hukum nun sukun / tanwin jika bertemu huruf hijaiyah: 1. Idzhar halqi.
Nah kalau dibaca dengan cara mad thobi'i adalah 2 harakat saja. Mad thobi'i adalah ketika terdapat huruf hijaiyyah alif setelah tanda fathah, atau ada huruf ya' sukun setelah tanda baca kasrah dan ada huruf hijaiyyah wau setelah tanda baca dhammah. Baca Juga : Contoh Bacaan Ra Tafkhim