Setiap pelatihan e-Learning tersebut dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang megikutinya. Jadi, konten e-Learning yang profesional harus menemukan cara untuk mengembangkan konten yang informatif dan menarik.
Saat ini pembelajaran online atau atau online learning atau e-learning sudah mulai banyak berkembang. Banyak pihak memanfaatkan internet sebagai media dalam melakuan pembelajaran karena berbagai kemudahan, keuntungan maupun ke-efektif-an yang mampu didapat dari penggunaan e-learning ini. Meskipun perkembangan dan penerapan e-learning di Indonesia saat ini belum maksimal bahkan cenderung masih menjadi minoritas, namun e-learning patut dipertimbangkan agar banyak diterapkan di Indonesia. Proses pembelajaran hanya dapat dilaksanakan jika terdapat komponen-komponen pembelajaran yang saling berhubungan, tak terkecuali juga pada pembelajaran online atau e-learning. Pada e-learning ada beberapa komponen pembelajaran yang terlibat dan saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut membangun e-learning secara aktif dan terus menerus selama website e-learning tersebut masih terus aktif digunakan oleh pengguna. Menurut Dabbagh & Bannan-Ritland dalam Sutopo 2012 150 setidaknya terdapat tiga komponen pembelajaran yang terlibat dan berinteraksi dalam pembelajaran online atau e-learning. Tiga Komponen Pembelajaran yang Terlibat dalam Online Learning E-Learning antara lain Strategi Pembelajaran, seperti kolaborasi, refleksi, permainan, peran, eksplorasi, dan lain-lain. Model Pendidikan, seperti pendidikan terbuka, fleksibel, terdistribusi, dan lain-lain. Teknologi pembelajaran, seperti perangkat komunikasi, perangkat multimedia, course management system, asynchronous dan synchronous, dan lain-lain. Ketiga komponen pembelajaran tersebut saling berhubungan dalam e-learning. Model pendidikan berbasis pembelajaran dan proses sosial memberikan informasi kepada lingkungan desain pembelajaran online yang mengarahkan strategi pembelajaran agar dapat dilaksanakan menggunakan teknologi online learning. Pengembang pembelajaran online harus sangat memperhatikan hubungan antara komponen pembelajaran satu dengan yang lainnya. Hal ini sangat berpengaruh dan bermanfaat untuk menjaga proses pembelajaran agar tetap berjalan dengan baik dan dapat dimonitor atau diawasi dengan baik. Tak hanya pengembang, pelaku online learning lainnya seperti siswa atau peserta didik dan guru atau pengajar atau mentor perlu juga memperhatikan kesinambungan hubungan komponen-komponen belajar ini. Bahkan konten atau materi yang dituangkan dalam pembelajaran online juga harus sangat diperhatikan dan disesuaikan dengan komponen-komponen pembelajaran yang terlibat dalam e-learning. Referensi Sutopo, Ariesto Hadi. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta Graha Ilmu The following two tabs change content Posts Multiple Personality. p Penulis Author di

Matakuliah ini berisi tentang, (1) konsep Dasar e-learning, (2) sejarah perkembangan e-learning dan model penerapan e-learning di berbagai negara, (3) Karakteristik e-learning : kelebihan dan manfaat. Masuk. 08114112244. serta komponen pendukung e-learning . Jenis-jenis E-Learning; Tugas 2; Sampul Tugas;

Komponen e-Learning Komponen yang membentuk e-Learning adalah 1. Infrastruktur e-Learning Infrastruktur e-Learning terdiri daripada personal computer PC, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk di dalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference. 2. Sistem dan Aplikasi e-Learning Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian rapor, sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System LMS. 3. Isikandungan/Konten e-Learning Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system Learning Management System. Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Contentkonten berbentuk multimedia interaktif atau Text-based Content konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa. Biasa disimpan dalam Learning Management System LMS sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Sedangkan Watak/ Actor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses pengajaran dan pembelajaran konvensional, iaitu perlu adanya guru instruktur yang membimbing, siswa/pelajar yang menerima bahan ajar dan pentadbir/administrator yang mengelola administrasi dan proses pengajaran dan pembelajaran. Kaedah/Metode Penyampaian e-Learning Kaedah/ metode penyampaian bahan ajar di e-Learning ada dua 1. Synchrounous e-Learning Guru dan siswa/pelajar dalam kelas dan waktu yang sama meskipun berada di tempat yang tak sama. Peranan teleconference ada di sini. Misalnya saya mahasiswa di Universiti Kebangsaan Malaysia UKM mengikuti kuliah teleconference dengan professor yang ada di Stanford University. Inilah yang disebut dengan Synchronous e-Learning. Yang pasti perlu bandwidth besar dan kos yang mahal. 2. Asynchronous e-Learning Guru dan siswa/pelajar dalam kelas yang sama kelas virtual, meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda. Maka disinilah diperlukan peranan sistem aplikasi e-Learning berupa Learning Management System dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content tersedia dan online dalam 24 jam tanpa henti/nonstop di Internet. Guru dan siswa/pelajar boleh melakukan proses pengajaran dan pembelajaran pada bila-bila masa dan dimanapun implementasi e-Learning yang umum, Asynchronous e-Learning diaktifkan terlebih dahulu dan kemudian dikembangkan ke Synchronous e-Learning ketika ia diperlukan. Secara ringkasnya bahawa , komponen yang membentuk e-Learning adalah Infrastruktur e-Learning Infrastruktur e-Learning terdiri daripada personal computer PC, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference. Sistem dan Aplikasi e-Learning Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian rapor, sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses pengajaran dan pembelajaran. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System LMS. Isikandungan/Konten e-Learning Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system Learning Management System. Konten dan bahan ajar ini dalam bentuk Multimedia-based Contentkonten berbentuk multimedia interaktif atau Text-based Content konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa. Biasa disimpan dalam Learning Management System LMS sehingga dapat dijalankan oleh siswa/pelajar pada bila-bila masa. Sedangkan Actor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses pengajaran ndan pembelajaran konvensional, iaitu perlu adanya guru instruktur yang membimbing, siswa/pelajar yang menerima bahan ajar dan pentadbir/administrator yang mengelola administrasi dan proses pengajaran dan pembelajaran. Kelebihan dan Kekurangan e-Pembelajaran. Mengetahui kelebihan dan kekurangan e-Learning dapat menentukan keputusan seorang pengajar untuk mengimplementasikan sistem eLearning dalam kegiatan pembelajarannya. Berikut ini dihuraikan kelebihan dan kekurangan sistem e-Learning dalam implementasinya. Kelebihan e-Learning Kelebihan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut 1. Kebolehan untuk dipautkan ke sumber ilmu yang terdiri dari pelbagai format. 2. Boleh dijadikan teknik yang efisyen dalam memberi/menyampaikan bahan pengajaran. 3. Sumber ilmu boleh disediakan atau dicapai pada bila-bila masa atau tempat. 4. Berpotensi untuk meluaskan pencapaian -contoh untuk pelajar separuh masa, pelajar pendidikan jarak jauh PJJ, pelajar yang bekerja. 5. Boleh menggalakkan pembelajaran yang kendiri dan aktif. 6. Boleh menyediakan sumber yang berguna seperti bahan tambahan untuk program konvensional. Kekurangan e-Learning Kekurangan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut 1. Pelajar berkemungkinan menghadapi masalah dalam mengendalikan peralatan komputer. 2. Pelajar akan menjadi bosan sekiranya mereka tidak dapat mencapai grafik, imej dan klip video disebabkan peralatan yang tidak berfungsi. 3. Infrastruktur yang mencukupi perlu disediakan. Sejauh manakah ini dapat dilaksanakan. 4. Disebabkan ketepatan dan kualiti maklumat yang berbeza, panduan dan latihan perlu diberikan dalam mendapatkan maklumat. 5. Pelajar yang kurang berkemahiran menggunakan komputer berkemungkinan terasa bosan. Kesimpulan Pembelajaran E/Pembelajaran berasaskan web menyediakan peluang yang banyak untuk proses pembelajaran serta pencapaian maklumat dan pengetahuan. Peranan guru adalah untuk memastikan persekitaran pembelajaran yang disediakan dengan efektif serta mengambilkira keperluan pelajar. Pembelajaran E tidak sepatutnya dijadikan satu pilihan kerana kekangan seperti peralatan yang tidak mencukupi boleh menggangu pembelajaran. Oleh itu, teknologi mestilah di applikasikan dengan kaedah yang sesuai dan bukannya digunakan kerana Ianya baru atau teknologi tersebut telah sedia ada. Untuk menjelaskan dengan lebih mendalam anda boleh lihat gabungan ketiga-tiga komponen di atas dijelaskan melalui tayangan video di bawah

KomponenKomponen Pendukung Kelas Maya. PENGERTIAN KELAS MAYA, Kelas Maya atau yang biasa disebut virtual class merupakan bentuk penerapan tekhnlogi informasi dibidang pendidikan, merupakan perubahan proses belajar mengajar konvensional menjadi bentuk digital, pengertian kelas maya, Kelas Maya adalah sebuah kelas yang diadakan tanpa adanya

Deskripsi Pengertian e-learning, karakteristik, komponen, manfaat e-learning. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan dan terus berkembang sesuai zaman. Termasuk cara pembelajaran yang juga mengikuti perkembangan zaman hingg muncul istilah e-learning. Secara ringkas e-learning berasal dari kata electronic learning, yang berarti proses pembelajaran dengan basis elektronik. Untuk mewujudkan sebuah e-learning media yang digunakan adalah jaringan komputer dan internet. Lewat kombinasi kedua jaringan tersebut sehingga dapat dikembangkan dalam bentuk website. Namun pengertian e-learning tersebut masih sebatas kata, beberapa ahli juga ikut memberi pendapatnya mengenai e-learning. pengertian e-learning, via Pengertian E-learning Menurut Para Ahli1. Michael, 20132. Chandrawati, 20103. Ardiansyah, 20134. Darin E. Hartley, 20015. Com, 2001Karakteristik E-learningManfaat E-learning1. Pemanfaatan Biaya2. Luwes3. Belajar MandiriKelebihan dan Kekurangan E-LearningKelebihan E-LearningKekurangan E-LearningKomponen E-Learning1. Infrastruktur E-learning2. Sistem E-learning3. Konten E-learning Pengertian E-learning Menurut Para Ahli Berikut ini beberapa pengertian e-learning yang dapat Anda jadikan rujukan, berikut ini pengertiannya. 1. Michael, 2013 E-learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang disusun menggunakan sistem jaringan komputer dan elektronik sehingga mampu untuk mendukung proses pembelajaran yang berkesinambungan. 2. Chandrawati, 2010 Menurut ahli Chandrawati, e-learning merupakan suatu proses belajar namun dilakukan dengan jarak yang jauh. Proses pembelajaran tersebut dengan menyatukan prinsip-prinsip pembelajaran dan teknologi yang berkembang. 3. Ardiansyah, 2013 E-learning menurut Ardiansyah, ialah sistem dan proses belajar yang digunakan sebagai sarana dan dilaksanakan tanpa harus tatap muka. Proses tersebut dilakukan secara langsung antara pendidik dengan siswa atau siswi dengan memanfaatkan adanya teknologi. 4. Darin E. Hartley, 2001 Menurut Darin E. Hartley e-learning adalah sebuah proses belajar mengajar mengenai pelajaran yang disampaikan pada siswa menggunakan jaringan komputer serta internet. Hal tersebut berguna untuk mengakses kapan saja dan dimana saja. 5. Com, 2001 E-learning yakni sebuah sistem pendidikan dengan memanfaatkan aplikasi elektronik yang mempunyai tujuan untuk mendukung proses belajar mengajar melalui media internet, jaringan komputer, dan komputer. Karakteristik E-learning Sebagai sebuah sistem, e-larning juga mempunyai karakteristik yang khas. Menurut ahli bernama Rosenberg, e-learning sendiri mempunyai karakteristik yang saling berhubungan. Sehingga membuatnya mampu untuk memperbaiki, menyimpan atau juga memunculkan kembali secara cepat, serta berbagi bahan ajar, informasi secara cepat. Selain itu, menurut Nursalam membagi karakteristik ke beberapa point penting, yaitu sebagai berikut. Karakteristik dari e-learning yang pertama yakni mandiri, maksudnya adalah mampu berdiri sendiri. E-learning ini mampu dijangkau oleh guru dan siswa melalui sebuah komputer yang menyimpan bahan ajar yang menarik. Menggunakan jadwal pembelajaran yang terperinci, kurikulum yang sesuai, kemajuan hasil belajar, serta sesuatu berhubungan dengan administrasi pendidikan dapat diakses oleh setiap orang yang menggunakan komputer. Menggunakan teknologi elektronik, jaringan komputer, hingga jaringan internet yang membuatnya mudah diakses oleh semua orang. Manfaat E-learning Sebagai sistem pembelajaran berbasis elektronik, tentu mempunyai manfaat yang dapat digunakan di dunia pendidikan. Berikut ini beberapa manfaat yang dihasilkan dari sebuah e-learning 1. Pemanfaatan Biaya Sistem e-learning dapat memberikan efisiensi biaya bagi penyelenggara pendidikan. Bukan hanya itu juga efisiensi dalam hal penyediaan sarana, fasilitas fisik untuk dapat belajar, dan biaya transportasi, serta akomodasi. 2. Luwes Sistem e-learning ini dapat menyajikan keluwesan dalam memilih waktu serta tempat untuk dapat mengakses media pembelajaran ini. Hal tersebut tidak tergantung pada ruang, waktu, dan jarak tempat mengakses e-learning. 3. Belajar Mandiri Sistem e-learning memberikan manfaat untuk dapat belajar mandiri bagi siswa yang mengakses bahan ajar melalui jaringan komputer. Memberi kesempatan bagi guru dan murid secara mandiri memegang semua kendali akan kesuksesandalam proses belajar. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning Sebagai sistem pendidikan yang baru, e-learning juga menyuguhkan kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan dan kelebihan dari e-learning. Kelebihan e-learning menurut Sujana yakni mempunyai sifat yang fleksibel, interaktif, cepat diakses, penggambaran yang menarik dari berbagai media yang digunakan. Kelebihan E-Learning Sedangkan L Tjokro menjelaskan beberapa manfaat yakni sebagai berikut. Mudah untuk dipelajari, e-learning dalam praktik pembelajarannya pasti menggunakan perangkat multimedia yang menghasilkan gambar atau video yang mudah untuk dipahami. E-learning cenderung lebih hemat biaya. Sistem e-learning tidak membutuhkan instruktur, tidak membutuhkan jumlah murid tertentu, dapat diakses dimana saja, kapan saja. Lebih ringkas, sistem pembelajaran e-learning tidak terpaku pada suasana resmi seperti di dalam kelas, langsung fokus pada satu pokok pelajaran yang sesuai kebutuhan siswa. Tersedia dalam waktu satu kali 24 jam untuk pemberian tugas, materi pembelajaran, tergantung pada kondisi semangat dan daya serap siswa, dan dapat diawasi secara langsung. Kekurangan E-Learning Sedangkan kekurangan yang dihasilkan dari sebuah sistem e-learning adalah sebagai berikut. E-learning dapat menimbulkan kekurangan intensitas tatap muka langsung antara guru dan murid atau bahkan antar sesama murid itu sendiri. Dari kurangnya tersebut dapat terabaikannya aspek akademik maupun sosial, malah justru menumbuhkan aspek bisnis dari proyek pembuatan sistem e-learning. Proses belajar mengajar yang dapat berubah menjadi sebuah forum pelatihan daripada pendidikan sesungguhnya di dalam kelas. Hal tersebut terjadi karena kurangnya interaksi antar sesama murid dan guru, karena berfokus pada sistem e-learning. Peran seorang guru mulai digantikan oleh teknologi. Seorang guru yang sebelumnya mengerti bentuk dan rangka pembelajaran biasa, sekarang diharuskan untuk dapat menguasai teknik pembelajaran menggunakan e-learning. Kurangnya fasilitas internet di semua tempat pembelajaran termasuk di daerah pelosok yang jauh dari perotaan. Selain itu masih kurangnya sumber daya guru di sekolah tersebut yang memahami e-learning. Kurangnya memahai bahasa komputer dalam pendidikan. Hal tersebut berakibat pada siswa yang bingung jika tidak dapat mengakses e-learning karena peralatan yang tidak memadai. Komponen E-Learning E-learning bukan sebuah produk yang dapat berjalan sendiri, melainkan terdiri dari beberapa komponen yang membentuknya. Berikut ini adalah komponen-komponen dari e-learning. 1. Infrastruktur E-learning Infrastruktur merupakan komponen penting dalam e-learning, sebab mereka memerlukan peralatan yang digunakan dalam sistem e-learning. Alat-alat tersebut dapat berupa komputer yang dapat digunakan secara individu, jaringan komputer, internet, dan peralatan multimedia. Tidak kalah pentingnya saat ini adalah peralatan yang difungsikan sebagai teleconference. Alat tersebut diperlukan apabila dibutuhkan untuk pertemuan jarak jauh antara murid dan guru. Selain itu berguna untuk proses belajar yang dilakukan pada waktu bersamaan. 2. Sistem E-learning Setelah infrastruktur yang dipenuhi, kemudian harus ada sistem dan aplikasi e-learning yang harus dipenuhi. Adalah Learning Management System LMS yang sering digunakan dalam aplikasi dan sistem. Adalah sebuah sistem perangkat lunak yang bertugas menggambarkan proses belajar mengajar konvensional. Sistem ini perlu dibangun dengan adanya sebuah proyek sesuai dengan permintaan. 3. Konten E-learning Komponen penting yang ada di sistem e-leaning adalah konten. Konten e-learning ini adalah bahan pembelajaran yang terdapat di dalam sistem Learning Management System. Isi dari konten pembelajaran ini dapat berbentuk multimedia interaktif. Konten ini memungkin para siswa menggunakan jaringan sehingga menarik dan berguna. Sehingga isi pembelajaran lebih menarik perhatian siswa dan memunculkan semangat dalam menggunakan e-learning dalam pembelajaran. Namun semua itu juga harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing lembaga penyelenggara pendidikan. Baca juga Pengertian E-Goverment
IlustrasiCara Kerja Web Service. Terdapat dua aplikasi yang sama-sama independen, kita sebut saja aplikasi A dan aplikasi B. Aplikasi A ada di dalam HTTP aplikasi A sementara aplikasi B berada di dalam HTTP aplikasi B. Aplikasi A yang merupakan klien akan mengirim request ke aplikasi B yang berperan sebagai server berupa pesan XML.. Pesan yang dikirim oleh aplikasi A tersebut yaitu pesan XML
Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu Nugroho, 2007. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya. E-learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia Tafiardi, 2005. Definisi E-Learning Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet Purbo & Hartanto, 2002. E-learning ini sendiri mempunyai beberapa karakteristik seperti yang telah dikemukakan oleh Suyanto 2005 mengemukakan 4 karakteristik e-learning yang terdiri dari 1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler. 2. Memanfaatkan keunggulan komputer media digital dan jaringan komputer. 3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkannya. 4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer. Dengan demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristik-karakteristik seperti memanfaatkan jasa teknologi, memanfatkan keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik/mahasiswa secara pribadi
Komponen E-Learning. E-learning bukan sebuah produk yang dapat berjalan sendiri, melainkan terdiri dari beberapa komponen yang membentuknya. Berikut ini adalah komponen-komponen dari e-learning. 1. Infrastruktur E-learning. Infrastruktur merupakan komponen penting dalam e-learning, sebab mereka memerlukan peralatan yang digunakan dalam sistem e
Beberapa perangkat lunak yang digunakan untuk e-learning antara lain adalah learning management system (LMS), micro-learning, interactive video, storytorials, scenario-based learning (SBL), complex decision-making simulation, dan virtual reality (VR)/augmented reality (AR)/mixed reality (MR).
Komponenkomponen Sistem Pendukung Keputusan: 1. Data Management System. Segala aktivitas yang berhubungan dengan pengambilan, penyimpanan dan pengaturan data- data yang relevan dengan konteks keputusan yang akan diambil. Selain itu, komponen ini juga menyediakan berbagai fungsi keamanan, prosedur integritas data, dan administrasi data secara
e-learning Jawab: komputer, laptop, netbook, maupun tablet. 7. gambarkan ilustrasi komponen pendukung e-learning. 1. Bedakan Antara A/A v dengan S/T v dengan M ! A/A v adalah kita dapat dengan bebas menentukan aperture-nya kamera sesuai shutter speed-nya. S/T v adalah kita bebas menentukan speednya kamera menyesuaikan aperture-nya.

Syauqie komponen e learning. Komponen Pembelajaran yang Terlibat dalam Online Learning (E-Learning) - Elsya MES. P2 komponen e learning. Komponen e-Learning - Ahmad Dahlan. Mengatasi Empat Kendala Utama Dalam Rangka Optimalisasi Pembelajaran E- learning di Sekolah Dasar Halaman all - Kompasiana.com. Kegiatan Belajar 1 Kelas Maya - irma's note

PerpustakaanDigital Pendukung E-Learning 25 misalnya melalui email atau chatting tanpa harus bertemu langsung/bertatap muka. d. Perbedaan E-Learning dan Pembelajaran Kovensional Pada dasarnya pembelajaran melalui e-learning tidak jauh berbeda dengan pembelajaran melalui konvensional atau tatap muka. Keduamya sama-sama didasarkan pada

Dalampembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan berbagai komponen pendukung Yang termasuk komponen pendukung dari e-learning adalah: a. Perangkat keras (hardware): komputer, laptop, netbook, maupun tablet. b. Perangkat lunak (software): Learning Management. System (LMS), Learning Content Management System.

9hLOJ.
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/514
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/299
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/641
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/568
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/402
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/437
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/951
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/411
  • gambarkan ilustrasi komponen pendukung e learning