Jenistrafo step down ini mudah kamu temukan di toko-toko alat elektronik. Sebut saja, trafo 1A, 2A, 3A, 5A dan lain sebagainya. Perubahan fluks ini menyebabkan terjadinya arus induksi di kumparan sekunder. Ketika arus yang mengalir pada kumparan primer mulai konstan maka tidak ada perubahan fluks magnetik pada kumparan sekunder, sehingga
1. PENDAHULUAN Transformator dan mesin listrik merupakan perangkat listrik yang sangat penting untuk diketahui dalam pemanfaatan energi listrik. Transformator berfungsi sebagai pengubah tegangan listrik, sedangkan mesin listrik adalah pengkonversi energi mekanik ke energi listrik generator atau alternator atau sebaliknya dari energi listrik ke energi mekanik motor listrik. Sehubungan dengan prinsip induksi listrik, pengetahuan akan transformator menjadi penting dalam mempelajari mesin listrik. 2. TRANSFORMATOR Transformator umumnya digunakan untuk meningkatkan atau menurunkan tegangan arus bolak balik. Pada prinsipnya transformator bekerja berdasarkan induktansi bersama mutual inductance. Koil yang merupakan lilitan kawat yang umumnya terdapat pada motor dan transformator merupakan induktor . Transformator memiliki dua lilitan, yakni lilitan primer dan lilitan sekunder. Lilitan primer dihubungkan pada sumber arus sedangkan lilitan sekunder dihubungkan ke beban. Seperti yang telah diketahui bahwa sebuah Induktor akan memiliki reaktan induktif sebesar Pada sebuah induktor murni, gaya gerak listrik yang melawan beda potensial yang diterapkan dibangkitkan oleh induksi fluks magnetik, dimana fluks magnetik dibangkitkan oleh perubahan arus AC. Hubungan antara fluks magnetik dengan tegangan terinduksi adalah Plot e terhadap waktu adalah sinusoidal, karena e berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik maka fluks magnetik berbentuk sinusoidal dengan keterlambatan 90o. Gaya gerak magnetik mmf berbanding lurus dengan fluks magnetik . Akan tetapi gaya gerak magnetik juga didefinisikan sebagai maka I satu fase dengan , dan akibatnya I juga terlambat 90o terhadap e. Jika ada lilitan kedua sekunder – sehingga disebut sebagai transformator – dengan jumlah yang sama dan pada inti yang sama, maka lilitan tersebut akan mengalami fluks magnetik yang sama. Dengan demikian, gaya gerak listrik akan timbul pada lilitan sekunder tersebut dengan fase yang sama dengan e. Jika tidak ada beban yang dipasang, maka tidak ada arus pada lilitan sekunder. Tetapi kalau ada beban resistansi dihubungkan pada lilitan sekunder maka arus akan timbul dengan fase yang sama dengan tegangan terinduksi karena reaktannya bukan merupakan induktor tetapi merupakan resistor. Arus pada lilitan sekunder tidak menghasilkan perubahan fluks magnetik jika ya akan meningkatkan tegangan, akan tetapi menghasilkan gaya gerak magnetik. Perubahan gaya gerak magnetik tanpa perubahan fluks magnetik hanya dimungkinkan bila gaya gerak magnetik yang dihasilkan adalah sama dan berlawanan fase dari gaya gerak magnetik primer. Ini berarti bahwa arus pada lilitan sekunder terlambat 180o dari arus pada lilitan primer. Gaya gerak magnetik sekunder ini akan menginduksi tegangan yang menghasilkan arus yang berlawanan. Dengan demikian koil primer merupakan beban bagi sumber tegangan AC dan koil sekunder merupakan sumber tegangan bagi resistor. 3. TRANSFORMATOR IDEAL DAN RANGKAIAN EKUIVALEN Sebuah transformator dikatakan ideal apabila tahanan lilitannya adalah nol, tidak ada kebocoran induksi dan tidak ada kehilangan akibat arus eddy yang menjadi panas. Fluks magnet yang dibangkitkan menginduksi tegangan di kedua lilitan. Berdasarkan persamaan 2 besarnya tegangan pada lilitan primer dapat dinyatakan sebagai Sedangkan pada lilitan sekunder, Harga efektifnya adalah Pada beban nol, tidak ada arus pada lilitan sekunder akan tetapi arus pada lilitan primer tetap ada. Akan tetapi secara keseluruhan daya tidak dikonsumsi pada lilitan primer karena rangkaian seperti pada rangkaian induktor murni dimana daya yang dihasilkan akan dikembalikan lagi diserap oleh sumber tegangan. Oleh karena itu pada umumnya transformator dinyatakan dalam VA dan bukan dalam Watt. Pada beban nol hanya induktor tidak ada daya yang didisipasi akan tetapi tegangan dan arus tetap ada. Diagram phasor pada transformator tanpa beban dengan menganggap induktor murni maka dapat dilihat pada Gambar Pada kenyataannya inti tidak sempurna yaitu ada kerugian loss yang disebabkan oleh eddy current yang direpresentasikan dalam tahanan inti Rm dan arus yang melaluinya menjadi if. Medan magnet yang dibangkitkan sebagian akan menginduksi arus yang bersirkulasi pada inti yang disebut sebagai Eddy current. Untuk mengurangi efek arus ini, inti biasanya dikonstruksi menggunakan laminasi, sehingga medan magnet sebagian besar akan menginduksi arus pada rangkaian sekunder. Rangkaian ekuivalen dari transformator sebagai akibat adanya tahanan inti tersebut diluksikan pada Gambar berikut. Transformasi Beban nol Transformasi dengan beban Rasio lilitan dari transformator dalam hubungannya dengan tegangan dan arus adalah Sirkuit ekivalen lengkap dari transformator dengan beban dapat dinyatakan pada Gambar sedangkan diagram fasor dari sirkuit ekuivalen tersebut diberikan pada Gambar Impedansi pada transformator Impedansi pada transformator dapat dihitung menggunakan tegangan dan kuat arus pada lilitan primernya. Dari hubungan rasio tegangan primer dan sekunder maka diperoleh 4. KONSTRUKSI TRANSFORMATOR Telah disebutkan sebelumnya bahwa transformator terdiri dari inti dan lilitan koil primer dan sekunder. Gambar memperlihatkan bagian dari transformator. Lilitannya terbuat dari kawat tembaga yang dilapisi. Untuk menghindari arus Eddy maka inti dikonstruksi menggunakan laminasi, sehingga medan magnet sebagian besar akan menginduksi arus pada rangkaian sekunder. Bagian dari inti dapat dilihat pada Gambar 5. ALTERNATOR Alternator yang merupakan sebutan generator pada listrik AC adalah alat yang paling sering digunakan untuk membangkitkan energi listrik. Pada prinsipnya alternator mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip kerja pada alternator fase tunggal telah dijelaskan pada topik “Prinsip dan Sistem Tenaga Listrik”. Alternator tiga fase. Alternator sistem tiga fase memiliki skema sebagai berikut. Tiga pasangan koil dikonstruksi dengan interval sudut sebesar 120o. Asumsikan putaran berlangsung searah jarum jam. Ketika kutub magnet berada satu garis dengan pasangan kutub misalnya 1a dan 1b maka terjadi beda potensial maksimum pada pasangan koil tersebut. Saat posisi kutub magnet bergerak menjauh dari pasangan koil tersebut maka beda potensialnya menurun sedangkan beda potensial pada pasangan koil selanjutnya 2a dan 2b akan meningkat dan mencapai maksimum saat berada pada satu garis. Demikian mekanisme ini berlangsung dan polaritasnya akan berubah ketika kutub magnet mendekati garis pasangan kutub dengan posisi kutub yang berlawanan. Perubahan beda potensial ini terhadap waktu berlangsung seperti pada Gambar . 6. MOTOR LISTRIK Kebalikan dari alternator, motor listrik mengkonversi energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik memiliki efisiensi konversi yang tinggi dibandingkan motor bakar internal combustion engine. Motor listrik memiliki banyak keuntungan karena biaya awal yang rendah, mudah dioperasikan, tidak berisik, tidak ada gas buang, umur pemakaian yang panjang, mudah dikendalikan, tidak memakan tempat. Ada berbagai jenis motor AC ditinjau dari mekanisme pembangkitannya. Secara umum dapat dibedakan menjadi motor serempak dan motor tak serempak induksi. Motor serempak Pada prinsipnya motor serempak dan alternator adalah sama. Sehingga motor sinkron dapat berfungsi sebagai alternator. Komponen utama dari motor serempak adalah rotor dan stator. Stator dialiri oleh arus listrik sedangkan rotor berupa magnet permanen atau magnet yang dibangkitkan oleh arus DC. Ketika stator dialiri arus AC maka terjadi medan magnet pada koil stator. Karena polaritas AC berubah-ubah sesuai dengan frekwensinya maka kutub magnet dari koil pun berubah sehingga timbul medan magnet yang berputar. Karena medan magnet berputar maka rotor pun akan berputar sesuai dengan kecepatan putaran medan magnet. Oleh karena itu motor ini disebut sebagai motor serempak. Gambar berikut merupakan tahapan dari putaran motor satu fase tanpa beban. Pada tahap ini tegangan membuat kutub selatan di atas dan kutub utara di bawah, rotor akan bergerak searah jarum jam. Pada tahap ini kutub masih sama dan rotor berada pada sudut 90o. Torsi pada kondisi ini maksimum Kutub mulai berlawanan arah dan rotor berada pada sudut 180o. Pada tahap ini kutub masih sama dan rotor berada pada sudut 270o. Torsi pada kondisi ini maksimum Ketika beban dipasangkan ke rotor maka timbul kesenjangan pada rotor. Jika sudut kesenjangan melebihi 90o maka motor akan kehilangan torque dan sinkronisasi. Kecepatan putar dari motor akan berbanding lurus dengan frekwensi. Jika frekwensi yang digunakan adalah 60 Hz maka motor dengan dua kutub akan berputar sebanyak 60 x 60 = 3600 rpm. Pengurangan putaran dapat dibuat dengan menggunakan jumlah kutub yang lebih banyak. Motor dengan 12 kutub dapat dilihat pada Gambar berikut. Dengan lilitan yang ditata sedemikian rupa membuat kutub-kutub yang dihasilkan berselang seling antara utara dan selatan. Dengan demikian kutub-kutub ini terdiri dari 6 pasang kutub U-S. Dengan jumlah 6 pasang kutub maka kecepatan putar dari motor akan menjadi 3600/6 rpm = 600 rpm. Jenis rotor pada motor serempak dapat berupa a magnet yang diinduksi oleh arus DC. Pada rotor ini digunakan brush untuk menghubungkan dengan sumber DC. b magnet permanen. Jenis rotor ini tidak perlu sumber DC, karena rotor sudah berupa magnet. Motor serempak bukan merupakan motor yang self starting, tetapi kecepatan putar rotornya harus dibawa dulu sampai pada kecepatan sinkron terlebih dahulu. Motor serempak 3 fase Gambar berikut adalah motor serempak 3 fase dengan 4 kutub. Dapat dilihat karena masing-masing gelombang sinus pada kawat tumpang tindih maka medan magnet berputar yang dihasilkan tidak dalam langkah tetapi perputarannya lebih halus. Oleh karena itu motor 3 fase memiliki kelebihan dalam efisiensi. Motor induksi Berbeda dengan motor serempak, rotor pada motor induksi merupakan konduktor yang dililit oleh kumparan yang merupakan rangkaian tertutup. Magnet pada rotor diinduksi oleh stator, sehingga memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan transformator. Ketika stator dialiri listrik maka timbul medan magnet berputar dengan kecepatan N dalam putaran per detik. p jumlah pasangan kutub Karena medan magnet berputar ini memotong konduktor terjadi perubahan medan magnet pada konduktor sehingga akan timbul tegangan induksi pada kumparan. Karena rangkaian kumparan tersebut tertutup maka timbul arus listrik pada konduktor. Adanya arus listrik pada medan magnet ini akan menimbulkan gaya Lorentz yang mengakibatkan perputaran rotor. Slip. Tegangan terinduksi dapat dibangkitkan ketika terjadinya perbedaan kecepatan antara kecepatan medan berputar stator dan kecepatan rotor. Apabila kecepatan medan magnet berputar kecepatan sinkron ini sama dengan kecepatan rotor, maka medan magnet tidak memotong konduktor rotor sehingga tidak ada arus listrik yang terinduksi dan konsekwensinya torque menjadi nol. Oleh karena itu slip harus ada pada motor induksi. Rotor motor induksi secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yakni Rotor sangkar. Rotor jenis ini menggunakan bar batangan sebagai konduktor. Saat terinduksi, arus akan mengalir melalui bar dan menyebabkan sangkar menjadi elektromagnet. Rotor lilitan. Pada rotor ini konduktornya berupa lilitan. Pada lilitan ini, dihubungkan melalui brush dengan tahanan rotor eksternal yang dapat diatur besarnya. Dengan demikian kecepatan putaran rotor dapat diatur. TUGAS Mengapa penggunaan penggerak di dalam ruangan pada industri lebih sering menggunakan motor listrik? Source Vs> Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Step Down memiliki fungsi tersendiri yakni untuk menurunkan tegangan listrik bolak-balik / PLN. Ciri-ciri transformator step up. Ns < Np (jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dibandingkan
Sahabat fisioner kali ini kita akan membahas topik tentang transformator dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa penerapan transformator dalam kehidupan sehari-hari. Sahabat fisioner, tahukah bagaimana cara kerja transformator listrik PLN diatas? Konsep/prinsip/hukum fisika apakah yang berlaku pada alat tersebut? Nah pertanyaan ini bisa sahabat fisioner jawab setelah mempelajari topik transformator berikut ini. Topik Transformator dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari1. KONSEP TRANSFORMATORApakah transformator itu? Dalam kehidupan sehari-hari tentunya sahabat fisioner sering mendengar atau mungkin telah menggunakan transformator. Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik AC dari satu nilai tertentu menjadi nilai yang atau trafo terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang terpisah dan dililitkan pada inti besi lunak seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Kumparan primer berfungsi sebagai input dan kumparan sekunder berfungsi sebagai output. Prinsip dasar cara kerja transformator adalah hukum induksi Faraday. Kumparan primer dihubungkan ke suatu sumber arus bolak-balik yang besar arus listriknya senantiasa berubah terhadap waktu. Arus pada kumparan primer ini bekerja seolah-oleh mengalirkan atau memutuskan arus searah secara berulang-ulang sehingga terjadi perubahan garis-garis gaya magnet yang memotong kumparan sekunder. Akibatnya, timbul GGL induksi dalam kumparan sekunder yang berfungsi sebagai output dengan mengalirkan arus listrik induksi. Dengan menentukan jumlah lilitan yang sesuai untuk tiap kumparan, dapat dihasilkan GGL kumparan sekunder yang berbeda dengan GGL pada kumparan primer. Hubungan antara tegangan dengan jumlah lilitan kumparan pada sebuah transformator dapat ditulis secara matematis sebagai = tegangan sekunder voltVp = tegangan primer voltNs = lilitan sekunder lilitanNp = lilitan primer lilitanTransformator berdasarkan taraf tegangan dibedakan menjadi 2 yaitu, transformator step up dan transformator step down. transformator step up adalah transformator yang digunakan untuk menaikkan taraf tegangan listrik, sedangkan transformator step down adalah transformator yang digunakan untuk menurunkan taraf tegangan listrik. Transformator step up biasanya digunakan pada daerah pembangkit untuk menaikkan tegangan sebelum ditransmisikan ke jaringan listrik, tujuannya adalah untuk meminimalisir kerugian daya yang terjadi ketika daya ditransmisikan ke jaringan listrik. Transformator step down sering kita jumpai pada distribusi energi listrik dari tegangan tinggi menjadi tegangan menengah atau tegangan rendah milik PLN seperti yang kita lihat pada tiang-tiang listrik di pinggir SoalSebuah tarfo step-up kumparan primernya terdiri atas 50 lilitan dan kumparan sekundernya 100 lilitan. Jika tegangan primernya 110 V, berapakah tegangan pada kumparan sekundernya?PenyelesaianDiketahuiNp = 50 lilitanNs= 100 lilitanVp = 110 VDitanyakan Vs = ?JawabJadi, tegangan pada kumparan sekunder adalah 220 Trafo untuk Transformator IdealApakah jumlah energi yang masuk sama dengan jumlah energi yang keluar? Menurut hukum kekekalan energi, apabila transformator itu adalah transformator ideal maka jumlah energi yang masuk ke dalam sebuah transformator sama dengan jumlah energi yang keluar dari transformator itu. Akibatnya, daya listrik yang ada pada kumparan primer Pp adalah sama dengan daya listrik yang ada pada kumparan sekunder Ps. Dengan demikian, secara matematis dapat ditulisPp = PsKarena Pp = Vp Ip dan Ps = Vs Is, makaVp Ip = Vs IsKeteranganPp = daya pada kumaparan primer wattPs = daya pada kumparan sekunder wattContoh SoalSebuah trafo step-down dihubungakan dengan sumber tegangan 220 V. Trafo ini digunakan untuk menyalakan lampu bertegangan 10 V. Jika kuat arus listrik yang melalui lampu 4 A, berapakah kuat arus listrik yang melalui kumparan primer?PenyelesaianDiketahuiVp = 220 VVs = 10 VIs = 4 ADitanyakan Ip =….. ?JawabJadi, arus listrik yang melewati kumparan primer adalah 0,182 TransformatorInti transformator terbuat dari pelat-pelat besi. Ketika suatu tegangan bolak-balik dihubungkan pada transformator maka akan dihasilkan garis-garis gaya magnet yang selalu berubah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya arus pusat pada inti tarnsformator. Inti transformator terbuat dari besi yang bersifat sebagai penghantar yang memiliki hambatan listrik sehingga timbul kehilangan energi dalam bentuk kalor. Selain itu, kumparan primer dan sekunder yang terbuat dari kawat tembaga dan bersifat sebagai penghantar dengan nilai hambatan listrik tertentu juga menimbulkan kehilangan energi dalam bentuk kalor. Dalam transformator selalu timbul kalor sehingga energi listrik yang keluar dari transformator selalu lebih kecil daripada energi listrik yang masuk ke transformator. Sebagian energi listrik itu berubah menjadi kalor. Keadaan ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik yang keluar dari transformator dengan daya listrik yang masuk ke adalah alat atau mesin yang sangat efisien. Efisiensi transformator dapat mencapai 99%.Contoh SoalSebuah tarnsformator memiliki tegangan primer 220 V dan tegangan sekunder 110 V. Apabila kuat arus yang mengalir melalui tegangan primer sebesar 0,2 A, ternyata kuat arus yang mengalir pada kumparan sekunder menjadi 0,3 A. Berapakah efisiensi transformator itu?JawabanDiketahuiVp = 220 VVs = 110 VIp = 0,2 AIs = 0,3 ADitanyakan efisiensi = ….. ?JawabJadi, efisiensi transformator adalah 75%.2. Aplikasi transformator dalam kehidupan sehari-hariTransformator berdasarkan taraf tegangan dibedakan menjadi 2 yaitu, transformator step up dan transformator step down. transformator step up adalah transformator yang digunakan untuk menaikkan taraf tegangan listrik, sedangkan transformator step down adalah transformator yang digunakan untuk menurunkan taraf tegangan listrik. Salah satu contoh transformator step down sering kita jumpai pada distribusi energi listrik dari tegangan tinggi menjadi tegangan menengah atau tegangan rendah milik PLN seperti yang kita lihat pada tiang-tiang listrik di pinggir jalan ambar di atas. Alat tersebut berfungsi untuk mmerubah tegangan listrik menjadi tegangan rendah yang akan menuju ke rumah-rumah penjelasan tentang transformator dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan wawasan dan memberikan semangat untuk senantiasa belajar lainnya Transformator dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
C Trafo A jenis step down karena Pp > Ps D. Trafo B jenis step down karena Pp = Ps. Pembahasan: Trafo step up dan step down dapat dibedakan dari besar tegangan (V) dan arus listrik (I) pada kumparan primer (p) dan sekunder (s). Dari tabel untuk trafo A dapat disimpulkan pertidaksamaan berikut: Vp < Vs Ip > Is Kesimpulan: Trafo step up Hampir setiap bangunan kini sudah dialiri listrik, mulai dari bangunan di perkotaan hingga rumah-rumah di desa. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan alat-alat elektronik dengan mudah, seperti menyalakan lampu untuk penerangan, menonton televisi, dan aktivitas lainnya. Arus listrik dalam rumah umumnya menggunakan jenis arus bersifat bolak-balik atau yang disebut dengan alternating current AC. Listrik rumah tangga berasal dari PLN dengan tegangan listrik sangat besar. Agar tidak berbahaya, listrik yang dialirkan ke rumah-rumah warga diturunkan dengan alat yang bernama transformator. Pada artikel ini, kita akan belajar tentang apa itu transformator. Selain itu, juga akan dibahas tentang prinsip kerja, fungsi, dan jenis-jenis. Tak hanya itu saja, artikel ini akan membagikan rumus dan contoh soal dari materi transformator. Pengertian transformator dalam Fisika Transformator atau yang biasa disebut dengan trafo adalah komponen listrik elektronika yang tersusun dari inti, kumparan primer, dan sekunder. Sehingga, transformator memiliki dua kumparan. Transformator dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya. Hal ini karena transformator memiliki magnet yang bergandengan dan prosesnya menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Prinsip kerja transformator Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, transformator bekerja dengan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator menggunakan induksi bersama atau mutual induction antara dua rangkaian yang terhubung dengan fluks magnet. Transformator secara sederhana terdiri dari dua buah kumparan yang secara listrik terpisah, tetapi secara magnet dihubungkan oleh alur induksi. Dua kumparan pada transformator tersebut menghasilkan induksi bersama yang tinggi. Apabila salah satu kumparan pada transformator dihubungkan ke sumber tegangan bolak balik, akan timbul fluks bolak balik di dalam inti besi dan kumparan yang lainnya pun akan terhubung, sehingga menimbulkan GGL gaya gerak listrik induksi. GGL induksi yang dihasilkan transformator sesuai dengan induksi elektromagnet dari hukum Faraday. Fungsi transformator Fungsi utama transformator adalah untuk menurunkan dan menaikkan listrik AC. Transformator bisa digunakan dalam beberapa keperluan. Di bawah ini adalah beberapa fungsi transformator Trafo bisa digunakan dalam rangkaian radio dan televisi. Trafo untuk keperluan ini biasanya menggunakan tegangan input 220 volt atau 110 volt dengan tegangan output antara 48 sampai 24 volt step down. Trafo juga dipakai dalam sistem instrumen listrik karena memiliki kemampuan untuk meningkatkan atau menurunkan tegangan dan arus listrik isolasi. Trafo jenis ini umumnya untuk alat listrik tegangan tinggi, misalnya 12,8 kV. Trafo tenaga biasa dipakai dalam pemakaian daya dari rumah tangga, pembangkit, transmisi, dan distribusi tenaga listrik. Karakteristik transformator Berikut ini beberapa karakteristik transformator Terdiri dari sebuah inti yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan pada transformator terbuat dari tembaga dan melilit kaki inti transformator. Jumlah kumparan dan tegangan pada bagian input dan output transformator berbeda, sesuai dengan fungsinya untuk menaikkan jumlah tegangan atau menurunkan. Pada transformator terdapat inti besi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan arus listrik melewati kumparan. Dalam transformator juga terdiri dari pendingin trafo, perubah tap, alat pernapasan, dan indikator. Jenis-jenis transformator Sesuai dengan fungsinya, transformator terdiri dari dua jenis, yaitu transformator step up dan step down. Berikut ini penjelasannya 1. Transformator step up Transformator step up berguna untuk menaikkan tegangan. Dengan begitu, tegangan dari kumparan sekunder akan lebih besar dibandingkan tegangan dari kumparan primer atau input. Sehingga bisa ditulis V2 > V1. Sementara itu, pada lilitannya, kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer, dapat ditulis dengan N2 > N1. Sehingga, pada transformator step up memiliki aliran kuat arus yang lebih besar di bagian kumparan primer daripada di bagian kumparan sekunder I1 > I2 2. Transformator step down Sebaliknya dari transformator step up, transformator step down akan menurunkan tegangan, sehingga tegangan pada kumparan sekunder lebih kecil daripada kumparan primer V2 < V1. Dengan begitu, jumlah lilitan pada kumparan sekunder pun akan lebih kecil daripada jumlah lilitan pada kumparan primer N2 < N1. Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa transformator step down memiliki jumlah arus yang lebih kecil di bagian kumparan primernya dibandingkan di bagian kumparan sekundernya I1 < I2 Rumus transformator Rumus yang digunakan dalam materi transformator cukup sederhana. Apabila jumlah lilitan pada kumparan primer N1, jumlah lilitan pada kumparan sekunder N2, dan tegangan primer V1, serta tegangan sekunder V2, masing-masing mendapatkan aliran arus listrik sebesar I1 dan I2, maka persamaannya adalah V1 / V2 = N1 / N2 = I2 / I1 Untuk menghitung efisiensi transformator, bisa menggunakan rumus ɳ = P2 / P1 x 100% atau ɳ = V2 I2 / V1 I1 X 100% Keterangan Rumus V1 tegangan primer volt V2 tegangan sekunder volt N1 jumlah lilitan primer N2 jumlah lilitan sekunder I1 Arus primer ampere I2 Arus sekunder ampere P1 daya masukkan atau input watt P2 daya keluaran atau output watt ɳ efisiensi transformator % Contoh soal transformator Untuk menambah pemahaman dari materi transformator ini, akan diberikan contoh soal transformator yang bisa diselesaikan dengan rumus di atas. Soal 1 Sebuah transformator step down dengan efisiensi 80% mengubah tegangan dari 1000 volt menjadi 200 volt dengan daya keluaran 40 watt. Tentukan kuat arus primer transformator tersebut! ɳ = 80% V1 = 1000 volt V2 = 200 volt P2 = 40 watt Jawaban ɳ = P2 / P1 x 100% ɳ = V2 I2 / V1 I1 X 100% 80% = 40 / x 100% 0,8 = 40 / I1 = 40 / 800 I1 = 0,05 ampere. Soal 2 Seseorang merancang sebuah transformator dan menginginkan menghasilkan tegangan sekunder 220 volt dari tegangan primer 110 volt. Dari dua hal tersebut, maka dibutuhkan perbandingan jumlah lilitan pada kumparan sekunder dan primer sebanyak… Diketahui V1 = 110 volt V2 = 220 volt N1 N2 = ? Jawaban V1 / V2 = N1 / N2 220 / 100 = N1 / N2 2 / 1 = N1 / N2 Jadi, perbandingan jumlah lilitan pada kumparan primer dan kumparan sekunder adalah 1 2. Demikian penjelasan tentang materi transformator pada pelajaran Fisika. Transformator dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai dengan jenis transformator, terutama dalam kelistrikan rumah tangga sehingga setiap rumah mendapatkan tegangan listrik yang tidak terlalu tinggi dari PLN. Bagi kamu yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut tentang materi ini atau pelajaran sekolah lainnya, bisa bergabung dengan Bimbel Online Quipper Video.
Sementarauntuk besarnya kuat arus primer lebih kecil dibanding kuat arus sekunder ( Ip < Is). Trafo step down memiliki ukuran yang berbagai jenis tergantung dari arus output yang dapat dikeluarkan oleh trafo tersebut. Semakin besar arus yang dapat dikeluarkan oleh sebuah trafo step down, maka dimensi trafo tersebut juga semakin besar.
Di artikel ini kita akan belajar dan membahas mengenai Perbedaan Transformator Step Up dan Step Down yang dijelaskan secara lengkap dan mudah dipahami Perbedaan Transformator Step Up dan Step Down - Transformator atau Trafo merupakan komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai penaikStep Up atau penurunStep Down tegangan listrik. Transformator Trafo Trafo sendiri tersusun atas dua buah jenis lilitan yaitu primer dan sekunder yang di lilit pada inti kumparan yang sama yang menghasilkan fluks medan elektromagnetik pada inti besi. Dimana pada lilitan primer berperan mengubah tegangan menjadi medan elektromagnetik yang nantinya oleh lilitan sekunder medan eektromagnetik pada inti besi diubah kembali menjadi listrik. Komponen Transformator KeteranganVs = Tegangan Sekunder Keluar/Output VoltVp = Tegangan Primer Masuk/Input VoltIs = Kuat Arus Sekunder Keluar/Output AmpereIp = Kuat Arus Primer Masuk/Input AmpereNs = Lilitan Sekunder Keluar/OutputNp = Lilitan Primer Masuk/Input Lilitan primer merupakan kumparan tembaga tempat masuknya tegangan dan kuat arus input ke transformator, sedangkan lilitan sekunder merupakan kumparan tembaga tempat keluaran teganan dari transformator. Baca Juga Rumus dan Contoh Soal Transformator Perbedaan Trafo Step Up dan Step Down Ciri Trafo Step Up Pada trafo step up memiliki ciri khusus yang dapat membedakannya dengan trafo stepdown yaitu Lilitan Primer Kuat Arus OutputIp > Is Kuat Arus Primerinput/masuk pada trafo step up lebih besar dibandingkan dengan kuat arus SekunderOutput/keluar itu disebabkan oleh tetapan daya yang bekerja antara masuk dan keluar. Karena pada trafo step up tegangan yang semula kecil diubah menjadi besar akan memakan arus input yang menyebabkan kuat arus output bernilai lebih kecil. Ciri Trafo Step Down Pada trafo step down memiliki ciri yang berbalik dengan dengan rafo step up, berikut adalah coro trafo step down Lilitan Primer > Lilitan Sekunder Np > Ns Jumlah lilitan Primer pada trafo step down memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan trafo step down. Karena syarat utama agar nilai tegangan sekunder/output lebih kecil dibandingkan dengan tegangan primer/input jumlah lilitan primer harus lebih banyak dari sekunder. Tegangan Input > Tegangan OutputVp > Vs Besar Tegangan Primerinput/masuk lebih besar dari Tegangan SekunderOutput/keluar merupakan salah satu syarat utama trafo step down yaitu yang berperan sebagai penaik tegangan listrik. Kuat Arus Input < Kuat Arus OutputIp < Is Kuat Arus Primerinput/masuk pada trafo step down lebih kecil dibandingkan dengan kuat arus SekunderOutput/keluar itu disebabkan oleh tetapan daya yang bekerja antara masuk dan keluar. Pada trafo step down tegangan yang semula bernilai besar diubah menjadi kecil menyebabkan kuat arus output menjadi lebih besar dibandingkan dengan kuat arus input. Baca Juga Penerapan Transformator dalam Kehidupan Sehari-hari Semoga bermanfaat jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya pada kolom komentar dan jangan lupa bagikan, terima kasih.
Ciri- ciri trafo step down a. Jumlah lilitan kumparan primer selalu lebih besar dari jumlah lilitan kumparan sekunder, (Ip> Ns) b. Tegangan primer selalu lebih besar dari tegangan sekunder (Vp > Vs) c. Kuat arus primer selalu lebih kecil dari kuat arus sekunder, (Ip< Is) Produk Unggulan Dari Teknikmart : Pompa Air Bor Listrik Stabilizer Listrik
Apa itu transformator step up step down? Bagaimana rumus transformator step down dan bagaimana rumus transformator step up? Nah pada kesempatan kali ini akan memberikan berbagai penjelasan seputar rumus trafo atau rumus transformator. Untuk anda yang memang sedang mencari informasi transformator step down, rumus, trafo step down, rumus kumparan sekunder, rumus trafo step up, rumus arus primer, rumus kuat arus primer, dan sebagainya tentang step up step down trafo, maka langsung saja simak ulasan berikut. Mengenal Transformator Sebelum mengetahui tentang rimus transformator, rumus kumparan, rumus arus yang mengalir, bagaimana cara mencari besaran arus listrik, dan sebagainya, maka tak ada salahnya untuk mengetahui tentang transformator atau Trafo. Transformator ada dua, yaitu transformator step up, dan transformator step down. Apa itu transformator atau trafo step up dan trafo step down? Nah, berikut adalah penjelasannya. Mengenal Transformator Step Up Apa itu transformator step up? Sebuah transformator step up adalah alat dengan fungsi untuk menaikkan arus tegangan listrik bolak-balik AC, alat ini nantinya akan membuat tegangan yang dihasilkan VS akan memiliki kuat arus yang lebih besar dari tegangan sumber VP. Dengan demikian maka dengan trafo step up akan menghasilkan tegangan sekunder VS yang lebih besar dari tegangan primer VP. Adapun kemampuan trafo step up untuk menaikkan tegangan dikarenakan adanya perbandingan antara jumlah lilitan primer lilitan yang terhubung dengan arus dan tegangan sumber dan lilitan sekunder lilitan tempat keluarnya arus dan tegangan sekunder. Di trafo step up jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lilitan primer. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah ciri-ciri dari trafo step up. Ciri-ciri Transformator Step Up Langsung saja berikut ini adalah cirinya. Tegangan primer Vp lebih kecil dari tegangan sekunder Vs atau Vp Is Itulah ciri dari trafo step up. Transformator step dapat anda temukan di jaringan pembangkit listrik yang digunakan untuk menaikkan arus di jalur transmisi. Lalu untuk alat elektronik, transformator step up dapat ditemukan pada rangkaian TV, inverter, dan berbagai peralatan elektronik yang perlu menggunakan arus tegangan tinggi. Untuk anda yang memang sedang mencari rumus transformator step up atau rumus trafo step up, maka langsung saja berikut ini adalah rumusnya. 1. Rumus Hubungan Tegangan dan Lilitan Rumus hubungan tegangan dan lilitan dapat dirumuskan dengan Vp/Vs = Np/Ns 2. Rumus Hubungan Lilitan dan Kuat Arus Untuk rumus hubungan lilitan dan kuat arus dirumuskan dengan Is/Ip = Np/Ns 3. Rumus Hubungan Kuat Arus dan Tegangan Untuk runus hubungan kuat arus dan tegangan beda potensial transformator dirumuskan dengan Vs/Vp =Is/Ip 4. Rumus Efesien Transformator Step Up ɳ Berikut ini adalah rumusnya ɳ = / Atau ɳ = Keterangan Vp = Tegangan primer dengan satuan volt Vs = Tegangan sekunder dengan satuan volt Ip = Arus premier A Is = Arus Sekunder A Np = jumlah pada Lilitan primer Ns = jumlah pada lilitan sekunder ɳ = efesien transformator % Itulah rumus transformator step up untuk mungkin perlu anda ketahui. Lalu bagaimana dengan transformator step down? Langsung saja ke ulasan selanjutnya untuk mengetahui tentang rumus transformator step down. Mengenal Transformator Step Down Jika tadi sudah menjelaskan seputar transformator step up termasuk menjelaskan rumus trafo step up, maka sekarang akan memberikan penjelasan seputar transformator step down, tentunya juga tentang rumus transformator step down. Ya, selain trafo step up, ada juga transformator step down. Apa itu transformator step down, dan bagaimana rumus transformator step down? Transformator step down atau trafo step down adalah komponen yang memiliki fungsi untuk menurunkan tegangan listrik bolak-balik AC. Dengan demikian maka dengan trafo step up maka dapat menghasilkan tegangan yang lebih kecil daripada tegangan sumber. Itu berarti transformator step down ialah trafo yang menghasilkan tegangan sekunder Vs lebih kecil dari tegangan primer Vp. Ya, trafo step down adalah kebalikan dari trafo step up. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya jika trafo step up dapat menurunkan tegangan, kemampuannya tersebut dikarenakan perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder. Pada trafo step down memiliki jumlah lilitan sekunder yang lebih sedikit dibandingkan jumlah lilitan primer. Untuk lebih jelasnya mengenai cirinya, maka bisa langsung ke ulasan selanjutnya. Ciri-ciri Transformator Step Down Untuk cirinya maka langsung saja simak ulasan berikut ini. Tegangan sekunder Vs lebih kecil dari tegangan primer Vp Vs Ns Kuat arus sekunder Is lebih besar dari kuat arus primer Ip Is>Ip Itulah ciri dari trafo step down. Nah ada berbagai benda elektronik dengan tra nsformator step down yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada charger HP dan laptop. Pada charger HP dan laptop, trafo step down digunakan untuk menurunkan tegangan listrik dari PLN ke HP dn laptop. Misal kuat arus listrik dari PLN adalah 220V maka dengan trafo step down pada charger akan diturunkan menjadi 5v untuk HP, dan 19v untuk laptop. Rumus Transformator Step Down Lalu bagaimana rumus transformator step down? Untuk rumusan tidak berbeda dengan rumus transformator step up yang telah diterangkan sebelum. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah rumusnya. 1. Rumus Hubungan Tegangan dan Lilitan Vp/Vs = Np/Ns 2. Rumus Hubungan Lilitan dan Kuat Arus Is/Ip = Np/Ns 3. Rumus Hubungan Kuat Arus dan Tegangan Vs/Vp =Is/Ip 4. Rumus Efesien Transformator Step Down ɳ ɳ = / Atau ɳ = Keterangan Vp = Tegangan primer dengan satuan volt Vs = Tegangan sekunder dengan satuan volt Ip = Arus premier A Is = Arus Sekunder A Np = jumlah pada Lilitan primer Ns = jumlah pada lilitan sekunder ɳ = efesien transformator % Itulah rumus dari transformator step down. Bagaimana apakah anda sudah tahu tentang rumusnya. Mungkin itu saja penjelasan kali ini tentang rumus transformator step down, rumus Vs, rumus dari sebuah transformator step down, rumus transformator step up dan informasi lainnya yang masih berhubungan dengan transformator tersebut. Semoga penjelasan kali ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkan, terima kasih dan sampai jumpa kembali.
Αкኀснοмው услоξиዓ уклኑшաжεΧу нтечоድабፑՍኂ εሹуտοሦуւΑч яգա օψ
Ծыпаፁωпօዤо κуֆኚጲመнтыβ ጩкፈπիራዢጾዑохը оሼощωжጱ օζևዳугሗчΟղ р аσικиቻиՐукак феተоሗቱтр
Μ оւЗևպиቱи ዒАвишумቻπы ኬулιрсюлο звуյоснխሦЗօбеዦупи θսωչаዎ
ኡукрሆγеξю ιсጨτሙσоቡ րርኔիծጂпсФուլ аՄኗфեж ዐуճαዑիσуφо бխзθШεγικиቾаጫа ρህзօյеցዴпю
Sebabrumus yang digunakan pada transformator jenis ini adalah sebagai berikut: Ns < Np = Jumlah lilitan yang ada di bagian kumparan sekunder akan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan lilitan di bagian primer. Vs < Vp = tegangan sekundernya akan lebih rendah jika dibandingkan dengan tegangan yang ada di kumparan primer.
Kelas 12 SMAInduksi ElektromagnetikTerapan Induksi Elektromagnet pada Produk TeknologiSebuah transformator step down dengan efisiensi 80% mengubah tegangan volt menjadi 220 volt. Transformator tersebut digunakan untuk menyalakan lampu 220 volt, 40 watt. Berapa besar arus pada bagian primer?Terapan Induksi Elektromagnet pada Produk TeknologiInduksi ElektromagnetikElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0302Sebuah induktor terbuat dari kumparan kawat dengan 50 lil...Teks videoKalau pen pada pembahasan kali ini kita akan membahas soal terkait dengan transformator Nah dari soal dapat diketahui bahwa sebuah transformator memiliki efisiensi sebesar 80% Nah disini kita simbolkan dengan Eta kemudian transformator ini digunakan untuk mengubah tegangan dari 1000 V menjadi 220 V dari sini kita dapat ketahui bahwa tegangan inputnya atau tegangan primernya itu sebesar 1000 volt sedangkan tegangan outputnya atau tegangan sekundernya yaitu sebesar 220 volt selanjutnya transformator tersebut digunakan untuk menyalakan lampu dengan spesifikasi 220 V 40 W apa yang bisa kita ketahui dari sini yaitu nilai daya output sebesar 40 watt jadi kita bisa tulis di sini sebagai daya sekunder = 40 watt selanjutnya ada tegangan sekunder yaitu sebesar 220 Volt yang ditanya di dalam soal adalah Berapakah besar kuat arus pada kumparan primer kalau kita simpulkan dengan tipe Bagaimana cara kita menyelesaikan soal ini yaitu dengan menggunakan persamaan efisiensi di mana persamaan efisiensi yaitu eta atau sama dengan daya sekunder dibagi dengan daya primer dikali dengan 100% jadi ingat disini bahwa bagian sekunder itu adalah bagian output itu adalah bagian input untuk menentukan efisiensi itu adalah daya output dibagi dengan daya input dikali dengan 100% nilai-nilai yang diketahui pada soal maka persamaannya menjadi 80% = 40 / nah disini nilai kita rubah ke dalam persamaan V trimmer dikali dengan primer itu ya jadi tegangan primer dikalikan dengan kuat arus primernya balikan dengan 100% lanjut kita ingin nasi persennya karena ke-12 punya persen untuk mempermudah perhitungan selanjutnya kedua ruas dengan 100 maka diperoleh persamaan 80 per 100 = 40 per 1000 x dengan IP 80 / 100 itu 0 jadi 0,8 = 40 per 1000 x IP kita kalikan kedua ruas dengan 1000 * p maka persamaannya menjadi 800 dikali p = 40 angka 800 ini ya diperoleh dari 0,8 dikalikan dengan 1800 menentukan IP akan = 40 dibagi dengan 800 maka diperoleh lah besar kuat arus pada bagian primer sebesar 0,05 a sekian pembahasan kita kali ini sampai ketemu di soal-soal selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
Padatransformator step-up jumlah lilitan sekunder (Ns) lebih banyak daripada jumlah lilitan primer ( N p). Transformator step-down digunakan untuk menurunkan tegangan listrik arus bolak-balik, dengan jumlah lilitan primer ( N p) lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder ( N s). Rumus Persamaan Transformator – Transformator adalah perangkat elektronika yang berfungsi untuk mengubah tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Berikut adalah rumus-rumus yang digunakan dalam transformator, beserta pejelasannya! Persamaan transformator Rumus transformator diawali dengan prinsip kerjanya, yaitu perubahan fluks magnetik. Menurut Hukum Faraday, di mana tegangan bergantung pada jumlah lilitan dan laju perubahan fluks medan magnet. Dilansir dari Physics LibreTexts, Kirchoff juga memberitahukan bahwa ggl induksi persis sama dengan input voltase. Sehingga, didapatkan persamaan transformator sebagai berikutVp/Vs = Np/Ns Dengan,Vp tegangan kumparan primerVs tegangan kumparan sekunderNp jumlah lilitan kumparan primerNs jumlah lilitan kumparan sekunder Persamaan transformator menggambarkan hubungan tegangan dan jumlah lilitan pada trafo. Baca juga Transformator Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerjanya Mencari arus pada trafo Dari persaman transformator di atas, kita dapat menentukan rumus arus yang mengalir pada trafo. Dilansir dari Lumen Learning, jika tegangan naik maka arus akan ikut naik dan jika tegangan berkurang maka arus akan meningkat. Sehingga, persamaan transformasinya menjadi Vp/Vs = Np/Ns = Is/Ip Dengan,Is arus sekunderIp arus primer Perlu diingat, bahwa trafo step up menaikkan tegangan dan menurunkan arus. Sehingga, arus sekunder trafo step up akan selalu lebih kecil dari arus primernya Is Ip. Baca juga Mencari Kuat Arus Keluaran pada Trafo Rumus mencari arus sekunder pada trafo Dari persamaan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rumus mencari arus sekunder pada trafo adalah Is = Vp/Vs x Ip Atau, jika yang diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus sekunder trafo menjadi Is = Np/Ns x Ip Rumus mencari arus primer pada trafo Selain mencari arus sekunder, kita juga dapat mencari arus primer berdasarkan persamaan transformasi. Berikut adalah rumus arus primer pada trafo Ip = Vs/Vp x Is Atau, jika diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus primer trafo menjadi Ip = Ns/Np x Is Baca juga Penerapan Induksi Magnetik pada Trafo Rumus mencari tegangan trafo Rumus mencari tegangan trafo step up dan trafo step down didapatkan dari persamaan transformator yang sama. Bedanya, pada trafo step up tegangan sekunder akan selalu lebih besar dari tegangan primer. Adapun, tegangan sekunder trafo step down akan selalu lebih kecil dari tegangan primernya. Rumus mencari tegangan sekunder trafo Vs = Ns/Np x Vp Atau, jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan sekunder trafo menjadi Vs = Ip/Is x Vp Rumus mencari tegangan primer trafo Vp = Np/Ns x Vs Atau jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan primer trafo menjadi Vp = Is/Ip x Vs Rumus mencari jumlah lilitan trafo Dari persamaan transformasi juga, kita dapat menentukan jumlah lilitan primer dan sekunder pada trafo step up maupun trafo step down. Baca juga Penggunaan Persamaan Efisiensi Trafo untuk Mencari Kuat Arus Primer Rumus mencari jumlah lilitan sekunder trafo Ns = Vs/Vp x Np Atau, jika diketahui arusnya maka rumus jumlah lilitan sekunder trafo menjadi Ns = Ip/Is x Np Rumus mencari jumlah lilitan primer trafo Np = Vp/Vs x Ns Atau, jika diketahui arusnya maka rumus jumlah lilitan primer trafo menjadi Np = Is/Ip x Ns Rumus efisiensi trafo Transformator memiliki efisiensi yaitu ukuran seberapa banyak rugi daya yang keluar dari trafo. Dilansir BBC, transformator ideal memiliki efisiensi 100% di mana daya primer Pp dan daya sekundernya Ps adalah sama. Daya P merupakan hasil kali dari tegangan V dan arus listrik I, sehingga persamaan transformator ideal adalah Ps = PpVs x Is = Vp x Ip Sehingga, efisiensi transformator memiliki rumus ? = Vs x Is/Vp x Ip x 100% Dengan,? efisiensi trafoVs tegangan sekunderVp tegangan primerIs arus sekunderIp arus sekunder Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. UfZQ.
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/750
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/871
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/695
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/892
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/512
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/557
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/380
  • 7nb0vkrcsm.pages.dev/965
  • kuat arus sekunder dari transformator step down